MAKAM
tabur bunga kenangan
saputangan perpisahan
doa mengiris kalbu muram
air mata pereda kelam
duhai...
meratapku di puncak gunung
langit malam turut berkabung
kabut indah bergulung- gulung
pada edelwise ku bersenandung
Andai ada engkau...
duhai...
kala indah senja tak terlukiskan
air mata jatuh tak tertahankan
angin sore menerpa perlahan
pada langit jingga ku bisikan
andai ada engkau...
duhai...
debur ombak bernyanyi suram
merenungku di tepian kelam
sendirian hingga disambut malam
pada kilau laut ku bergumam
andai ada engkau...
duhai...
ada yang sengaja berkunjung
ke tempat terindah dan terbaik
untuk memakamkan rindu
agar tercipta kesepian baru
makam rindu,
untukmu yang selalu ku rindu
untukmu yang tak pernah merindu
untukku yang selalu merindu
untukku yang tak pernah dirindu
Jakarta, beberapa hari setelah ulang tahun kita.
andai kau aktifkan WA~
Syahr 'Aasyir min hijriyah (aku mah apa atuh, hanya jd yg ke 10... :')
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rindu. Tampilkan semua postingan
Senin, 18 April 2016
Kamis, 17 Maret 2016
Kopi
KOPI
Pada hujan kali ini,
ada aroma kopi hitam
di hariku yang suram
di hatiku yang muram
Pada hujan kali ini,
ada secangkir kopi hangat
bagai rindu yang tersirat
kian lama kian pekat
Pada hujan kali ini,
ada kopi yang teracuhkan
merasa terabaikan
teronggok kasihan
Pada hujan kali ini,
ampas kopi telah mengering
membekas di tepian piring
seperti kenangan yang berkeping-keping
Duhai...
apalah arti rindu yang kau celupkan
pada secangkir kopi
apalah arti bersama yang kau katakan
di depan secangkir kopi
apalah arti menunggu jika dingin menyelimuti
hangatnya kopi
Pada hujan kali ini,
ada jejakmu yang tertinggal
rindumu yang tercecer
dan cintaku yang mengalir
Hujan hanya membisu
Mengalunkan syair rintik merdu
Untuk engkau yang ku rindu
Kapankah engkau melihatku?
Jakarta, 17 Maret 2016
Untuk hujan dan kopi
yang selalu menginspirasi
by. Syawaliyah Faisal ^^
Langganan:
Postingan (Atom)



